Posted in Chaptered

Kembali aku melangkah di atas pasir 

Berpijak diatas pusat bumi meniti ukiran langkah yang semakin merapuh.

Jengah kutatap jingga, yang tidak kunjung menyambut sang senja. 

Nafasku menderu berat, seiring asa yang dibatasi oleh penat.

Aku ingin berlari, namun ku takut tak mampu menepi. 

Gontai aku mencoba mengejar tuan abu-abu si pencuri hati.

Lantas, bagaimana bisa kemilau bentangan sang padi tiba-tiba mengganggu di sisa hari?

Aku diam, tak mampu berucap. Berusaha menggapai dahan pohon pinus yang mulai menua.

Dan saat hal itu tak membantu jua, ahh… kuakhirnya tersadar. Rasa itu memang ada.

Advertisements