Posted in Uncategorized

Hidup dalam Pengharapan.

Hai dreamers,

Well... kali ini aku tidak sedang mem-posting fanfiction, but this is the real story ’bout me kekekekee #justwanttoshareyou…

Pertama-tama aku mau bersyukur banget sama Tuhan Yesus Sang Pemelihara Agung, Bapa yang begituuu baikkk banget…

Semua orang punya pergumulan, setuju? #tentu, tidak terkecuali aku #gaknanyatha, salah satu pergumulanku saat ini adalah mencari pekerjaan. Well, kalau boleh mengaku aku seorang gadis biasa lulusan sebuah Universitas Negeri di Lampung, dengan jurusan K.I.M.I.A … Apakah ada yang merasa kaget? Kalau tidak ada yah ndak apa-apa hehehehe

Kimia itu seru gaes, percayalah! Walaupun pada awalnya aku adalah seseorang yang bisa dikatakan ‘tidak menyukai’ kimia. pada akhirnya setelah menjalani proses study selama kurang-lebih 4 tahun, aku bisa menemukan satu fakta tentang kimia, yaitu ‘Menarik’ …

Yah, setelah ujian komprehensif aku masih menunggu wisuda yang memang jarajnya hanya dua bulan, sembari mencari-cari pekerjaan tapi saat itu aku belum berani melamar kemanapun karena belum mempunyai ijasah ckckckck setelah wisuda aku pun mulai melamar pekerjaan melalui salah satu aplikasi melamar kerja online yang terpercaya. Puji Tuhan ada beberapa panggilan dari beberapa perusahaan yang datang padaku, tapi kali ini aku hanya akan pembahas salah satu perusahaan yang sudah menjadi tujuan dan favoritku semenjak mengikuti test pertama kali, dan perusahaan itu adalah…. Jeng,jeng,jeng….

Orang Tua Group.

Yups, mungkin sebagian orang sudah tidak asing lagi dengan perusahaan ini, kalau ada yang tidak tahu, hey kuberitahu yaaa… wafer Tngo dan minuman Th G*las yang ada dimanapun itu adalah salah satu produk dari OT group. Yah, walaupun banyak cerita miring dan tidak mengenakan tentang OT, tentang sistem kerja nya yang parahlah , well menurutku malah ditempa oleh lingkungan hidup yang keras membuatku dibentuk menjadi pribadi yang lebih tangguh, dan berita-berita itu gak akan memundurkan langkahku begitu saja. Apalagi kalau aku memang sudah memilih.

Aku melamar sebagai Analis Kimia dan Mikro pada tanggal 25 Mei 2016, puji Tuhan tanggal 28 Mei 2016 aku dihubungi oleh salah satu HRD mereka untuk datang mengikuti wawancara. Senang? Pasti ! tapi disini aku belum jatuh cinta di dengan OT.

Lalu, tanggal 31 Mei 2016 aku datang ke OT Building yang ada didaerah Jakarta Barat. Gedungnya besar, bersih dan nyaman, itu kesan pertamaku saat sampai disana. Lalu, aku dan kurang lebih 15 orang lainnya yang akan mengikuti test dibawa  lantai dasar ruang khusus Recruitment. Dan di sinilah aku baru tahu ternyata yang akan kuhadapi bukan hanya interview, tapi juga serangkaian test seperti Psikotest, Pengenalan dan pengetahuan tentang Produk OT, dan juga Tes tertulis sesuai jurusan.

Deg-degan? pasti… tapi akhirnya aku menjalani semuanya itu dengan cukup baik. Test cukup lama (kusarankan kalau kalian ada yang dipanggil di OT, makan dulu ya :)). Untungnya selama mengerjakan soal ada musik-musik klasik dan lagu gereja sebagai pengiring di speaker ruangan. Sumpah tenang hati, apalagi pas dengar instrument lagu “All We Like Sheep” kalau gak salah. Disini aku berpikir, Tuhan berkatilah aku ditempat ini, ditempat inilah Tuhan jika Kau berkenan. Sejak itu OT mulai ada dibenakku.

Test terus berjalan, hingga kurang lebih jam sebelas, Pak **** HRD yang akan menginterview ku nantinya memberikanku selembar kertas yang berisikan tentang soal-soal kimia. Kimia analitik gaes! Jujur…. banyak yang aku lupa, bahkan perubahan warna pada beberapa indikator pH tertentu aku lupa. :”) , aku aku tetap berusaha setenang mungkin, kukerjakan apa yang bisa lebih dahulu kukerjakan. Sisanya kujawab dengan kemampuanku. Aku diberikan waktu oleh Pak **** (sebenarnya lebih cocok Koko karena masih muda, well kita tetep harus profesional gaes!)  sampai selesai jam makan siang. Aku kembali lagi pukul 2 siang.

Kupikir akan langsung interview, ternyata belum saudara-saudara. aku kembali duduk menunggu diruang recruitment setelah makan siang di MOR karena tidak tahu letak kantin dimana . Ternyata masih ada test tertulis yang lain, yaitu tentang alat-alat lab, aku mengerjakannya kemudian ku hubungi Pak **** untuk mengkonfirmasi kalau pekerjaanku sudah selesai. Akhirnya, tibalah pada saat-saat yang mendebarkan,

Interview,

Aku diinterview oleh Pak ****, orang yang sama yang sedari tadi memberikanku tugas-tugas kimia. Untungnya, menurutku bapak ini cukup hangat dan to the point. Dia menanyakan banyak hal selayaknya wawancara, aku jawab sesuai dengan yang kupunya atau yang pernah kujalani. Wawancara berlangsung sekitar 40 menit, sejujurnya aku tidak tahu pasti waktunya. Tapi jujur sempat grogi karena beberapa pertanyaan dari si Bapak **** ini sedikit menyudutkanku (kukatakan seperti ini bukan dalam hal negatif, karena itu memang tugas HRD) dan kujawab dengan semampuku. Akhirnya proses menegangkan itu selesai, dan Pak **** berkata,

“semoga saya akan mengabarimu kabar baik secepatnya” . Sumpah itu kata-kata yang bikin adem hati walaupun beberapa menit kebelakang sempet keringat dingin dibuatnya.

Aku keluar ruang interview hampir bersamaan dengan mawar #sebutsajadiamawar, dia teman yang baru kenal saat menunggu di lobby OT. Dia fresh graduate sama sepertiku tapi jurusan Akutansi kalau tidak salah dan dia melamar di bagian yang berbeda denganku #yapastilahtha! . Kutanyalah pada dia,

Gimana war?

Yagitu, lancar-lancar ajasih, disuruh nunggu paling lambat 2 minggu, kalau 2 minggu gak dihubungi juga berarti gak lolos.”

Okey, akupun jadi memiliki asumsi yang sama dengannya untuk menunggu selama 2 minggu. Setelah itu akupun bertukar nomor ponsel dengannya.

.

Sehari, dua hari, seminggu, aku menunggu dalam doa. Hingga tidak terasa satu hari lagi genap dua minggu. Akupun coba mengirim email kepada pak **** menanyakan perihal kelanjutan hasil test dan interview yang sudah kujalani. Kutunggu sehari, tidak ada basalan. dan dihari ketiga akupun coba menghubungi Mawar. Dan setelah kutanya dia bilang bahwa sudah akan mulai bekerja di OT beberapa hari lagi. Aku senang mendengarnya berhasil, walaupun disisi lain ada perasaan sedih karena pikiranku pada saat itu aku tidak lolos. Tapi aku kembali berpikir, oh yasudahlah. Ikuti saja pimpinan-Nya, nanti kau akan tahu tha dimana sesungguhnya tempatmu.

Kembali dimasa-masa penantian, apply pekerjaan yang baru. Tetap berdoa. Namun tetap, Dia masih diam. Hingga setelah lebaran, melihat keadaan keluarga dan keadaan yang secara manusiawi memang mendesak. akupun mengajak orang tuaku untuk berunding, dan aku memutuskan untuk melamar pekerjaan yang ‘tidak sesuai dengan jurusanku’ sejujurnya aku agak sedih. Tapi mau bagaimana lagi pikirku. Kedua orangtua ku pun akhirnya setuju. Dalam hati aku masihh menjerit, “Tuhan… bagaimana? Apa Tuhan yang Kau inginkan untukku sebenarnya. Kerinduanku masih ditempat ini, masih untuk melayani di bidang ilmu ini…” .

Lalu untuk menghilangkan penat aku pun akhirnya mulai menulis sebuah fanfiction dengan laptopku, sampai kurang lebih pukul lima sore di hari yang sama, ada dering telepon masuk di handphone ku. Nomor rumah/kantor. Aku mengernyit berpikir, panggilan kerjakah. Aku mengangkatnya dengan semangat. Dan saat mendengar telepon disebrang sana, aku mengenali suara orang tersebut mirip dengan suara Pak **** HRD yang menghubungiku dari OT group. Dan ternyata, Yes He is!!! Thank’s God, You are Good all the time. Tuhan memiliki rencana terindah diwaktu yang tepat? Ya, aku mengamininya!

Senyum seketika mengembang dibibirku. Dan akhirnya aku akan bertemu dengan User pada 27 Juli 2016, Hari ini? Yups benar, aku menulis postingan ini setelah tiba dirumah. Aku kembali bertemu dengan Pak ****, dan ia mengantarkanku kesalah satu ruangan di lantai 3 OT Building untuk bertemu kedua User (Bapak dan Ibu) yang tidak lain adalah Research and Innovation Manager OT Group. Jujur saya sangat gugup, tapi justru ditengah kegugupan saya akan akan banyak bicara. Bapak dan Ibu user orang-orang yang terlihat baik, walaupun si ibu sedikit lebih pendiam memang.

Aku diinterview terlebih dahulu oleh si Bapak User, yah dia menjelaskan tentang gambaran kandidat yang diharapankan dan menanyakan bebererapa hal lain, harapan jika terpilih di posisi yang kulamar dll. Dan dilanjutkan oleh si ibu User, disinilah aku mulai membuat beberapa kesalahan gaes memang salahku tidak mempersiapkan lebih banyak. Aku malah fokus mempelajari tentang instrumentasi-instrumentasi laboratorium dan ternyata hampir semua yang ditanyakan adalah prinsip analisis kimia dasar dan ada dari beberapa pertanyaan tersebut yang tidak bisa kujawab, aku blank, berusaha kubayangkan tapi tidak ada lintasan bayangan sedikitpun (Hal serupa pernah terjadi padaku saat ujian Komprehensif dengan tim penguji, blank tentang ‘asam lewis’ , sederhana bukan? :” ). Jujur, keluar ruangan saat di lift kupikirkan lagi salah satu pertanyaan user yang tidak bisa kujawab dan jujur itu menggangguku.

Setelah pulang interview, aku berjanji untuk bertemu dengan salah satu sahabat, mentor, dan bahkan sudah seperti saudaraku sendiri, setelah ia pulang mengajar (yups, sesuai denga talenta yang Tuhan berikan dia sekarang jadi bapak guru disalah satu sekolah internasional di kawasan Jakarta) kami akhirnya jalan disalah satu mall -masih kawasan jakbar- , dia mentraktirku asik makan gratis hehehe dan kami lama mengobrol ditempat itu, aku cerita tentang proses interview padanya. Daaaaaaaannnnnn, kepalaku sukses disentil saat dia tahu pertanyaan apa yang tidak bisa kujawab. Astagaaaa, ternyata memang itu salah satu analisan bahan makanan, dan yang kupikirkan malah terlalu jauh dari itu hingga yang sederhana aku tidak terpikirkan. Sempat kehabisan kata-kata dan errr, sedikit menyesal.

Tapi dia -sahabatku tersebut, menyemangatiku sambil berseloroh,

Bisalah tha, dengan jawaban bodoh dan konyol lo di interview kemarin aja lo bisa lolos apalagi sekarang. Kalau user lo cerdas, dia pasti mempertimbangkan tentang kegugupan lo yang buat lo jadi nge-blank

Ada benarnya memang… Walaupun memang dengan gaya ngeselinnya yang belum puas meledekku (karena pertanyaan user yang tidak bisa kujawab tadi) aku tetap terhibur karenanya.

Setelah ini perjuanganku belum berakhir, jika aku lolos, aku masih harus menjalani test praktek di laboratorium, barulah akan ada pengumuman final, tentang diterima atau tidaknya aku. Dan hari ini pembelajaran yang besar, aku harus kembali membuka diktat-diktat kimia dasarku dan mengingat kembali segala sesuatu yang tidak diingat dengan sempurna oleh kepalaku. Aku tidak boleh lagi melakukan kesalahan yang seharusnya bisa tidak kulakukan. :”)

Tetapi diatas segalanya, aku masih berharap! In the Name of Jesus, jika OT Group adalah bagian perencanaan-Nya dalam hidupku, maka terjadilah. Aku tidak keberatan kembali dalam masa penantian ini dengan berpengharapan pada-Nya.

 

sign,

thanasa

Advertisements

Author:

I am a ordinary girl, who love Do Kyungsoo damn much... -You may know My Name, But You don't really know Who I am- (:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s