Posted in Chaptered, Do Kyungsoo, EXO, Fluff, Friendship, Kim Yeri, Lee Minhyuk, PG-15, Red Velvet, Romance, Son Wendy, Teen

Enchantment #2

Poster- enchantment copy

thanasa presented

enchantment

Starring by Red Velvet’s Son Wendy, BtoB’s Lee Minhyuk , EXO’s Do Kyungsoo  and others Genres Romance,Friendship,Fluff Duration Chaptered Rating Teen

Disclaimer Story is absolutely mine. The entire casting is the property of their respective agencies, I just have a plot. This is not perpect story and there’s typo everywhere hehehe. Hope you’ll be enjoy while reading this. DON’T BE A PLAGIATOR. Let’s enjoyed^^

 

 

“Seunghwan-a…” mendengar namaku dipanggil aku menoleh dengan cepat, bukan apa-apa.. aku tahu persis suara pria yang sedang memanggilku tersebut. Do Kyungsoo, salah satu senior favoritku di SM Ent. Siapa yang tidak mengetahui seorang Do Kyungsoo, member dari salah satu boyband papan atas Korea Selatan yang memiliki suara indah dan kemampuan musikalitas yang mumpuni, selain itu, saat ini ia telah menjadi seorang idol dengan bakat akting yang tidak dapat dipandang sebelah mata.

 

“Kyungsoo sunbaewaeyo?” maafkan aku, tapi kedua rahang pipiku seperti tidak dapat diajak kompromi untuk tidak mengembang saat melihat wajahnya yang rupawan dengan mata yang berukuran cukup besar untuk hitungan orang Korea pada umumnya.

 

Ani… aku hanya ingin menyemangatimu. Kau mendapatkan special stage  juga kan nanti bersama Tiffany sunbaenim?” setelah menyelesaikan penjelasaanya Kyungsoo Oppa juga membalas senyumku, seperti biasa… tampan.

Eohh.. aku sedikit gugup”

“Untuk apa gugup? Seunghwan-a… dengan kemampuan bernyanyimu kau tidak cukup mempunyai alasan untuk gugup, arra?” sekali lagi pria ini sukses membuatku kembali tersenyum, malu. Bagaimana tidak? Ia cukup manis untuk sekedar menyemangati seorang Hoobae semacam diriku.

 

Gamsahamnida sunbae, kau berlebihan… tapi, aku juga cukup senang karena bisa memiliki kesempatan berduet dengan tiffany unnie, Kau tahu sunbae? Aku bahkan sampai menangis saat berlatih kemarin. Hmm… lagu ini membuatku sedikit merindukan rumahku, dan umm, Eomma.” Ujarku seraya tertunduk perlahan.

 

Aigoo… semangat Seunghwan-a, aku yakin kau pasti bisa mengerti harga yang harus kita bayar untuk setiap hal indah yang kita peroleh dalam hidup kita sekarang bukan?” tubuhku sedikit gugup saat ini, bukan karena kata-kata Kyungsoo sunbae baru saja, melainkan aksinya yang mengacak rambutku dengan lembut. Hey, katakan padaku wanita mana yang tidak gugup saat pria yang dikaguminya melakukan hal seperti yang Kyungsoo sunbae lakukan padaku saat ini.

 

“Hmmm omong-omong, kau sudah cukup dekat ya dengan Tiffany sunbaenim sampai memanggilnya dengan unnie

 

Nde??” masih dalam keadaan yang belum sepenuhnya fokus, aku refleks memandang kedua bola-mata sunbae ku yang satu ini. “Eoh… Tiffany unnie yang memintanya, agar kami berdua tidak terlihat kaku” aku melanjutkan penjelasanku dan kembali mengalihkan pandanganku dari kedua bola-matanya yang selalu berhasil membuatku tersihir.

 

“Hmmm begitu yaa.. jadi jika aku memintamu untuk memanggilku Oppa agar kita juga tidak terlihat kaku, kau akan menyetujuinya?” situasi macam apa ini, percakapan macam apa ini. Arrgh, sial. Aku terdiam sejenak dan hanya bisa tersenyum lebar, hingga memperlihatkan barisan gigiku yang rapih.

 

“Wendy-a, apa yang kau lakukan? kita harus merapikan kembali make up mu itu. Cepat kemari!” teriakan manager oppa dari ambang pintu ruang tunggu kami menginterupsi sekaligus menyelamatkanku dari percakapan yang membuatku sejenak awkward dihadapan seniorku yang satu ini.

 

“Eoh oppa, arrasho-yo” ucapku menanggapi dengan cukup semangat namun tetap sedikit gugup. Thank’s God, his save my pride.

“Kau sudah dipanggil, kembalilah”

EohGeurom aku kembali keruanganku ya sunbae..” ia mengangguk dan tetap memberikan senyumannya yang menawan, aku membungkukkan badan dan membalikkan badanku, bersiap kembali keruangan grup kami, hingga Kyungsoo sunbae kembali mengeluarkan suara sehingga membuatku kembali membalikkan tubuhku untuk agar berhadapan denganna. Kata-kata itu… rasanya membuatku ingin tersenyum sepanjang hari.

Seunghwan-a, bernyanyilah dengan hatimu seperti biasa… aku senang mendengar suaramu, begitu indah dan hangat

 

-n-

 

Aku dan Seulgi sedang dalam perjalanan menuju gedung MBC, yaah hari ini kami berdua memiliki jadwal untuk mengisi salah satu acara radio tempat salah satu senior kami menjadi VJ. Kami memang grup rookies yang masih harus berjuang mempromosikan grup kami. Bahkan terkadang kami sampai kurang tidur karena harus tetap bekerja keras latihan, dan memenuhi jadwal kami baik secara grup ataupun individu.

Aku harus memanfaatkan kesempatan ini, hari ini kami sudah berlatih keras untuk persiapan beberapa acara musik akhir tahun, dan penghargaan yang akan kami hadiri. Jadi secara pelan-pelan aku tak mampu menahan rasa kantuk, sehingga mataku berhasil terpejam dengan mudahnya.

Setelah menyelesaikan serangkaian kegiatan, aku dan Seulgi menyempatkan diri untuk pergi ke sebuah kafe di kawasan Gangnam, ini salah satu cafe favorit kami karena memiliki salah satu menu favorit kami paradise yogurt fruit, yogurt dengan berbagai topping buah segar. Hmmm it absolutely great

Dan tiba-tiba bunyi ponsel Seulgi menginterupsi waktu santai kami.

Eohh, yeoboseyo… wae oppa?” seulgi pun memberi tanda bahwa Ia harus sedikit menyingkir untuk menerima telepon tersebut. Aku jadi sedikit penasaran, siapa yang menelpon Seulgi seperti itu hingga dia harus menyingkir dariku. Apakah itu Jimin-ssi? Yeah, Ia adalah salah satu member boyband yang saat ini sedang meroket, aku sadar sekali bahwa Ia menaruh perhatian pada Seulgi, hingga pada saat kami bertemu disalah satu acara festival musik, Ia memberanikan diri untuk meminta kontak Seulgi.

Ahh, pasti sahabatku satu ini sangat senang sekarang karena Ia sudah memiliki ‘teman’ lawan jenis untuk bertukar pikiran atau sekedar menyemangati, terlebih mereka memiliki pekerjaan di dunia yang sama. Lamunanku buyar seketika, melihat kehadiran Seulgi kembali ke meja kami. Aku segera melancarkan serangan senyum – kau-tertangkap-basah-Seulgi-a – milikku.

Nugu?? Jimin-ssi?” Seulgi terlihat kaget, hingga terbatuk namun akhirnya tawanya meledak.

Ani, Seunghwan-a, bukan Dia. Memang untuk apa dia menelponku?”

“Loh, bukankah Ia meminta kontak ponselmu waktu itu? Jadi Ia belum sekalipun menghubungimu??”

“Hahahaha, sudah pernah. Tapi yang tadi bukan dia”

“Uhhhh, Seulgi-a… kau pandai menyimpan rahasia yah, bahkan dengan teman sekamarmu”

“Tidak ada yang istimewa Wan-a, Ia hanya ingin berteman” aku mengangguk kecil seraya mengerucutkan bibirku alih-alih percaya pada pembelaannya.

“Lalu, yang tadi telepon dari siapa?”

“Ehmmm.. Seunghwan-a, aku tidak yakin harus menceritakan ini padamu. Karena temanku ini…”

“Hmmm teman… teman apa pria atau wanita?”

“Yaa.. Wendy-a bisakah kau tidak memotong pembicaraanku? Kau membuatku tidak bersemangat melanjutkan cerita ini padamu” Seulgi terlihat merengut karena aksiku yang terlalu bersemangat.

“Seulgi-a, Mian, Mian… Jeongmal mianhae. Aku tidak akan mengulanginya, lanjutkanlah. Aku akan mendengarkanmu dengan baik” dan Seulgi meresponku dengan tarikan nafasnya yang dalam. Ia kembali membenarkan posisi duduknya dihadapanku. Wajahnya semakin terlihat seius. Membuatku semakin penasaran dengan apa yang hendak Ia ceritakan kepadaku.

“Tapi bisakah kau berjanji menjaga rahasia ini Seunghwan-a? Aku sudah berjanji untuk menjaga kepercayaan temanku yang yang satunya.” Aku mengangguk mantap, seraya memperbesar bola mataku dan tangan kananku yang membentuk kode V, tanda aku sedang berjanji.

 

“Hyungsik Oppa… kalau kau tahu, member BTOB teman Sungjae-ssi. Kita sering bertemu dengan member BTOB bukan……….” dan Seulgi melanjutkan ceritanya, dengan rinci. Hingga akupun tidak mempunyai pilihan selain mendengarkannya dengan seksama.

.

.

 

Mwo???? INI GILA seulgi-a” ujarku kaget, hingga tidak dapat menahan mataku yang seketika melotot mendengar rangkaian cerita Seulgi.

“Ssssstttt… Seunghwan-a, bisakah kau memelankan suaramu? Walau bagaimanapun kita masih berada satu ruangan dengan manager unnie” Seulgi menoleh dan memasang wajah –tidak berdosanya- pada manager unnie. Dan aku ikut memalingkan wajah, memaksakan senyum agar mereka tahu kami baik-baik saja.

“Dan kau menyetujui itu??”

“Hyungsik oppa orang yang baik kok.”

“Tapi Seulgi-a, kau tidak takut grup kita akan terkena skandal karena hal itu? Kalau benar-benar terjadi maksudku. Bagaimana jika tercium oleh media massa?”

“Yaa.. Wan-a, sekarang katakan padaku. Apakah Idol-idol yang kita kenal tidak memiliki pacar seperti yang mereka katakan pada publik? Tak usah jauh-jauhlah, senior dan trainee di agensi kita? Kau tahu sendiri beberapa dari mereka saling berpacaran satu sama lain kan? Uri Yerim… Bahkan baru saja putus dengan Jaehyun teman kita saat masih tergabung dalam SM-Rookies

 

“Bukan begitu Seulgi-a, yahh aku mengerti bahwa walau bagaimanapun kita memang membutuhkan pria baik yang bersedia melindungi kita, teman kita bercerita, saling menyemangati. Tapi.. apakah tidak terlalu cepat untuk kita? Apakah kau tidak takut kalau sampai diketahui oleh pihak agensi dan para manager kita? Lagipula jika satu agensi, kita dapat bertemu saat berlatih atau apapun itu di gedung agensi kita sendiri. Tapi kita kan berbeda Agensi dengan Hyungsik sunbaenim

 

Molla, lagipula ini belum resmi kok. Masih dalam tahap pendekatan, aku juga tidak tahu Hyungsik Oppa berhasil atau tidak menaklukkan hati uri Joo Hyeon unnie. Kau kan tahu track record mantan unnie seperti apa. Sepertinya unnie juga belum bisa melupakan Joon Myeon oppa..” fakta baru kembali mengagetkanku. Aku kembali hampir tersedak.

 

Mwo?? Joo hyeon unnie pernah menjadi kekasih Suho-sunbaenim? Daebak….”

 

Eoh… waktu masih trainee sihh, aku beberapa kali memergoki mereka sedang bermesraan di tangga darurat gedung kita. Padahal saat itu aku sedang ingin mencari tempat aman untuk mengemil. Hahahaha”

 

“Wahh sayang sekali, mereka sepertinya terlihat cocok bersama” dan aku masih membayangkan fakta tentang leaderku dan leader Kyungsoo Sunbae tersebut.

 

“Kau benar-benar tidak tahu Seung hwan-a? Aishhh jinjja… kau ternyata memang benar-benar trainee yang rajin dan fokus yahh saat itu, Cihh” aku mengangkat bahu seraya tersenyum bangga.

 

“Yaahhh… wanita mana memang di agensi kita yang tidak jatuh hati pada memberdeul EXO sunbaenim” ucapku tanpa sadar. Membuat Seulgi menatapku curiga.

 

“Wan-a… sepertinya baru kali ini kau mau membahas tentang EXO sunbae?? Bukankah Kau selalu tidak tertarik membahas mereka… hmm kau mencurigakan sekarang Wan-a

 

Mwo?? Tidak usah mengada-ada lanjutkan habiskan makananmu.. ini sudah larut malam” lalu kami melanjutkan perbincangan ringan kami.

 

-n-

 

“Yeaahhh… aku harus bersemangat untuk menang saat ini. Wowowoo aku akan melihat oppadeul yang sangat-sangat tampan. Taehyung oppa, Sungjae oppa, Jungkook oppa, Mark Oppa, Minseok oppa, Yonghwa oppa, Leo Oppa, Minhyuk Oppa… huwaa benar, Minhyuk Oppa, yang tidak terkalahkan untuk cabang sprint, Ia benar-benar Daebak.” Yeri masih mengkhayal dengan wajah berseri-serinya, karena mereka sedang dalam perjalanan ke tempat acara Idol Championship 2015 digelar.

 

“Ya..ya..yaa… Yerim-a, kita disana bukan untuk mencari pacar. Kita disana akan, Ber..tan…ding… dan kau melupakan satu orang yang juga akan ada disana. Jung Jae..Hyun” Wajah Yeri berubah seketika saat nama mantan kekasihnya disebut.

 

“SOOYOUNG UNNIE… sudah kubilang jangan menggodaku! aku dengannya sudah benar-benar berakhir. Catat yaa.. berakhir” Yeri berapi-api dalam memberikan klarifikasi pada unnie-unnienya. Sikap ofensif yang Yeri lancarkan justru membuatnya makin terlihat imut, dan membuat tawa keempat unnienya pecah seketika.

 

 

Wahh ternyata maknae kami memang benar, aku baru memperhatikan bahwa Minhyuk sunbaenim memang memiliki kemampuan diatas rata-rata. Kecepatan larinya, daebak. Walaupun postur tubuhnya tidak sebaik Sungjae-ssi, tapi Ia tetap terlihat keren dan err sexy. Tunggu dulu, mengapa aku jadi memikirkannya seperti ini. akupun menjitak-jitak kepalaku sebagai aksi merutuki pikiranku yang tidak berguna.

“ Jangan mengetuk-ngetuk kepalamu Wendy-ssi, kau kan sedang tidak lupa membawa Pekerjaan Rumah disekolah”

Nde??” ternyata orang yang baru saja kufikirkan baru saja melewatiku, dan apa tadi? Apakah ia mengajakku mengobrol? Aku spontan menengokkan kepalaku agar dapat melihat wajahnya, dan Ia hanya menunjukkan smirk-nya tanpa mengalihkan pandangannya padaku seraya meghabiskan air mineral yang digenggamnya secara asal. Yeah, dia Minhyuk sunbaenim. Sebelum sempat membalas sapaannya yang sedikit err, aneh. Kehadiran salah satu sunbae yang wajahnya tidak asing di mataku, membatalkan niatku tersebut.

 

Aku spontan membungkukkan badan spontan karena secara tidak sengaja kami berkontak mata, dan memang posisiku saat ini tidak terlalu jauh dengan Minhyuk sunbae yang sedang dihampirinya.

 

“Wahhh.. Oppa, kau benar-benar keren. Ahh, tidak bisakah kau mengalah dan menyerahkan medali emas itu untuk yang lainnya.”

 

“Hahahaha… untuk apa, aku kan juga berjuang untuk mendapatkannya”

Kau tidak bisa berkata bahwa aku menguping pembicaraan kedua seniorku ini, karena memang sedari tadi, tempatku berada disini. Dan perlu kuberitahu, aku sudah kembali ke posisiku semula, dan tidak melihat mereka berdua, hanya saja aku masih bisa dengan jelas mendengar perbincangan diantara mereka.

 

“Hahaha yeah aku aku hanya bercanda, jadi bagaimana? Kapan saja jadwal berolahragamu oppa ? Aku sudah mendaftar di tempat biasa kau Gym..”

“Ehh, benarkah? Kau serius Namjoo-a…”

“Tentu saja aku serius, aku sangat ingin banyak mengobrol denganmu oppa. Bukankah sekarang kita jarang mengobrol bersama”

Mwoya, apakah mereka berkencan. Mereka terlihat akrab sekali.

“Ah, Geure… tidak pasti sih, tapi jumat malam biasanya aku selalu kesana. Selebihnya jika jadwal kosong aku biasanya akan berolahraga. Nanti akan kuhubungi”

“Huwaa, jinjja-yo oppa? Baiklah, sampai bertemu, dan semangat untuk pertandingan futsalmu nanti. Mungkin aku tidak bisa melihat, karena aku juga akan bertanding.”

Fighting, namjoo-a…”

Hmmm,, mereka memang benar-benar akrab ternyata, tunggu dulu. Apa peduliku?!.

 

“Setahuku, SM Ent, hanya melatih wanita-wanita cantik agar menjadi idol yang berbakat. Tapi ternyata sekarang, ada kelebihan tambahan rupanya. Wanita cantik juga dilatih untuk, menguping.”

 

Mwo kata-kata Minhyuk sunbae berhasil memprovokasiku, saat aku sudah membalikkan badan bersiap untuk membalas.

“Wendy unnie, kemari. Palli-wa, giliran kita sebentar lagi” suara Sooyoung menghancurkan niatku untuk membalas perlakuan Minhyuk sunbae yang menyebalkan. Aku kalah darinya dua kali, sial. Dan saat aku kembali memalingkan wajahku padanya, Ia malah tersenyum dan mengedipkankan sebelah matanya.

Dasar gila!

 

TBC

 

 

 

 

Hai… haiii…

Finally aku post lanjutan FF ini di blog pribadiku, karena setelah mengintip #hampirtiaphari di RVFI masih belum di update 😦 , mungkin para admin-nim nya lagi pada sibukk hehehhee

Well, aku mengharapkan respon darii kaliaannn, please sekali lagi tinggalkan jejakk jika kalian sudah membaca FF ini oke? ;)… dan wahai para siders, berbaik hatilah untuk muncul ke permukaan… hehehehe, Gumawo 😉

with love

thanasa

Advertisements

Author:

I am a ordinary girl, who love Do Kyungsoo damn much... -You may know My Name, But You don't really know Who I am- (:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s